Jangan Anggap Remeh COVID-19!

/ / Health & Lifestyle

Pelonggaran PSBB sudah mulai diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia. Aktivitas masyarakat yang semula terbatas, kini mulai ramai kembali. Sayangnya, tidak semua orang yang beraktivitas di luar ruangan mematuhi protokol kesehatan yang sudah diberikan.

ButAda orang-orang yang tetap setia menggunakan masker, tapi banyak juga yang tidak memakainya. Imbauan menjaga jarak juga banyak diabaikan. Padahal, berada di keramaian bisa meningkatkan risiko penularan COVID-19 lho. Jika kita tidak mengacuhkan protokol kesehatan, penyebaran COVID-19 bisa semakin banyak dan kasus positif pun pasti akan lebih meningkat.

Yuk, Lindungi Diri dan Keluarga dari COVID-19

Beberapa dari kita mungkin sudah harus melakukan aktivitas di luar rumah seperti biasa. Namun, kita harus tetap ingat untuk selalu patuh pada protokol kesehatan. Pastikan juga untuk melakukan langkah preventif untuk mencegah dan melindungi diri tertular COVID-19.

COVID-19 yang menyerang saluran pernapasan mulai dari rongga hidung, mulut, sampai ke paru-paru. Hanya lewat percikan liur atau droplet yang sedikit saja, virus ini bisa ditularkan dari satu orang ke orang yang lainnya. Inilah sebabnya menggunakan masker jadi sangat penting kalau kita beraktivitas di luar rumah.

Selain masker, pelindung wajah juga bisa menjadi salah satu perangkat wajib untuk menghadapi era New Normal. Disamping itu jangan lupa untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak dengan orang lain, ya. Sebisa mungkin, hindarilah keramaian. Tingkatkan juga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi serta berolahraga secara teratur.

Setelah berkegiatan di luar rumah, yuk, coba praktikkan hal-hal berikut ini agar virus yang mungkin bertebaran di luar tidak terbawa sampai ke dalam rumah dan membahayakan anggota keluarga lainnya.

  1. Hindari menyentuh apa pun saat masuk ke dalam rumah
  2. Buka sepatu terlebih dahulu dan tinggalkan di teras atau halaman
  3. Letakkan tas, kunci, dompet dan barang-barang bawaan dalam kotak khusus di pintu rumah untuk selanjutnya dibersihkan sebelum dibawa masuk
  4. Langsung taruh pakaian dalam keranjang cucian dan usahakan untuk segera mandi
  5. Bersihkan telepon seluler, kacamata, dan barang-barang yang dibawa dari luar dengan disinfektan atau alkohol

Jika terinfeksi COVID-19, ada banyak biaya yang harus dikeluarkan. Tidak tanggung-tanggung, biaya perawatan dan pengobatan bisa mencapai jutaan rupiah.

Menurut Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban, biaya perawatan pasien COVID-19 tidak murah karena pasien harus menjalani banyak tahap pemeriksaan. Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) saja memakan biaya sekitar Rp 1 juta sekali tes. Belum lagi biaya pengobatan yang bisa mencapai Rp300.000-Rp400.000 sekali suntik. Bagaimana kalau pasien membutuhkan perawatan intensif di ruang ICU? Wah, tentu saja biaya yang harus dikeluarkan jadi makin membengkak.

Tidak ada orang yang bebas dari risiko terkena penyakit. Ada baiknya mempertimbangkan memiliki asuransi kesehatan yang sesuai untuk memproteksi diri dan keluarga jika hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

Biaya yang diperlukan untuk pengobatan dan perawatan tidak sedikit. Jika harus menanggungnya sendiri, tentu terasa berat. Kalau sudah punya asuransi kesehatan, setidaknya pikiran bisa lebih tenang karena ada yang membantu membayarkan biaya pengobatan. Anggota keluarga pun bisa lebih fokus merawat pasien tanpa perlu pusing memikirkan dana pengobatan atau biaya perawatan di rumah sakit yang harus dikeluarkan.

Sebelum memutuskan untuk memiliki asuransi kesehatan, cobalah cari banyak info tentang premi, manfaat yang ditawarkan, juga keunggulan produk asuransinya. Pilih asuransi kesehatan yang memberikan penawaran paling bagus dan menyediakan berbagai fasilitas untuk menunjang perawatan dan pengobatan. Cek juga rumah sakit rekanan dari asuransi yang akan dipilih. Akan lebih baik jika ada fasilitas kesehatan dengan pelayanan terbaik yang dekat dengan rumah sehingga nantinya berobat jadi lebih mudah.