Simone Biles dan Kesehatan Mental

/ / Health & Lifestyle, Uncategorized, Wellbeing

Foto source: Olympic.com

Salah satu momen terbaik di Olimpiade tahun ini adalah ketika pesenam muda dari Amerika Serikat, Simone Biles, membuat berita dengan keputusannya untuk mundur dari nomor tim putri. Biles menyatakan bahwa dia merasa kondisi kesehatan mentalnya pada saat itu sedang tidak baik-baik saja, dan bisa berdampak pada penampilannya, dan pada penilaian tim secara keseluruhan. Meskipun kontroversial, banyak yang memberikan dukungan dengan keputusan Biles ini, termasuk rekan-rekannya sendiri, tim pelatih, sesama olahragawan, dan pensiunan atlet atau praktisi olahraga lainnya.

Perkataan Biles yang paling membekas bagi saya adalah ketika dia mengatakan bahwa kesehatan mentalnya adalah hal terpenting. “We have to protect our mind and body, rather than just go out there and do what the world wants us to do,” ucapnya. Sebuah pernyataan yang tidak hanya revolusioner, tetapi juga empowering. Revolusioner karena Biles mendobrak norma bahwa seorang atlet memiliki kewajiban kepada banyak pihak (tim, pelatih, asosiasi, sponsor, negara, penonton) dan harus mengesampingkan batas tubuh dan pikirannya. Meskipun yang mengalami dan mengenali batasnya ya dia sendiri. 

Empowering karena Biles tidak menunjukkan pengunduran dirinya sebagai sebuah kekalahan ataupun kelemahan. Dengan gagah berani dia duduk di tepi lapangan, tetap memberi semangat kepada rekan-rekannya. Dia juga menghampiri kapten tim Rusia yang keluar sebagai pemenang untuk menyampaikan apresiasi dan hormatnya. Komitmen dan tanggung jawab Biles terhadap senam dan timnya tidak pernah padam. Dia hanya merasa tubuh dan pikirannya tidak akan bisa melakukan tugasnya jika dipaksakan. Dan apakah dia bisa disalahkan ketika berpikir seperti itu?

Ketidakpastian memang menjadi makanan sehari-hari kita dalam masa pandemi 1.5 tahun terakhir. Sedikit atau banyak, pasti ada yang menjadi beban pikiran. Stres meningkat, dan seringnya kita tidak tahu jalan keluarnya. Biles, paling tidak melalui kacamata saya, menunjukkan bahwa di bawah tampilan dan prestasinya yang berbeda-beda, semua manusia itu sama. Semua memiliki bebannya masing-masing, dan semua memiliki jalan yang berbeda untuk menyelesaikannya. Biles memberi contoh berharga bahwa berhenti sejenak untuk memikirkan diri sendiri pun tidak apa-apa. Setelah itu, kita bisa bangkit dan mulai lagi untuk keadaan yang lebih baik.

Biles sendiri langsung membuktikannya. Setelah rehatnya, dia melangkah ke lantai arena lagi, dan kembali pulang dengan membawa medali.