Akhir Manis dari Distraksi Terbaik Tahun Ini

/ / Health & Lifestyle, Uncategorized, Wellbeing

Setelah 16 hari terakhir kita dihibur oleh bermacam tayangan olahraga dari Tokyo 2020, akhirnya sampai juga di akhir perhelatan Olimpiade ini. Saya jelas akan merasa kehilangan, karena menonton Olimpiade sudah menjadi kebiasaan sehari-hari di dua minggu terakhir ini. Terbantu banyak dengan faktor multi-kanal yang menayangkan siaran langsung, serta waktu di Tokyo yang tidak berbeda jauh dengan Jakarta, membuat Olimpiade terasa dekat. 

Saya harus banyak-banyak berterima kasih kepada IOC dan pemerintah Jepang karena mengadakan salah satu acara olahraga terbaik yang pernah saya nikmati. Kondisi pandemi di Indonesia yang lumayan carut marut, termasuk saya kehilangan pekerjaan dan beberapa orang dekat memang lumayan membuat stres. Tetapi di tengah semua itu, hadirnya Olimpiade di layar komputer/televisi/gawai saya lumayan mencerahkan suasana. Dari pagi sampai malam, selalu ada yang bisa dilihat. Saya menonton banyak olahraga yang sebelumnya saya tidak tertarik sama sekali. Saya belajar banyak tentang banyak peraturan di bermacam cabor. Saya menikmati serunya pertandingan, termasuk rivalitas serta persahabatan di dalamnya. Saya menjadi emosional pada saat seorang atlet menggapai mimpinya – ataupun ketika mimpinya gagal di detik terakhir. Dan tentunya, saya juga ikut terharu di setiap upacara  pengalungan medali dan lagu kebangsaan. Ketika saya pikir semua sudah mereda, eh emosi kembali diaduk-aduk ketika menonton upacara penutupan tadi malam. Mulai dari sambutan luar biasa dari Paris yang menerima estafet tuan rumah di tahun 2024 nanti, api Olimpiade yang diredupkan, serta terlalu banyak cuplikan momen terbaik dari dua minggu terakhir ini. 

Olimpiade dengan sukses menjadi distraksi positif dalam keseharian saya. Setiap pagi saya akan melihat jadwal, mencari pertandingan yang patut diikuti, kemudian mulai menonton sambil bekerja dan sarapan. Pesta olahraga terbesar ini membuat saya, yang pesimistis sejak beberapa bulan yang lalu, jadi tidak sabar untuk menyambut esok – demi menonton keseruan pertandingan. Kesan terakhir saya? Standar yang ditetapkan Tokyo sebagai tuan rumah sangat tinggi, membuat saya tidak sabar untuk melihat apa yang akan ditawarkan Paris di tahun 2024 nanti. Sampai ketemu tiga tahun lagi!